“Dek..” Sapanya ketika kita sengaja duduk besebelahan
hampir tidak ada jarak. Sapaan itu terkesan asing di telingaa bahkan hati ku
sulit mencerna, ”iya kak..” secepat mungkin aku menjawabnya. Ku tunggu jawaban
darinya tapi hampa, hingga membuat ku memberanikan diri untuk menatapnya,
pandangan itu begitu lain, wajah nya sayu, cukup meyakinkan ku untuk mengambil
kesimpulan mungkin dia lelah.
Semenit ,dua menit, lima menit berlalu. Aku mulai
menyadari gerak-geriknya yang begitu lain ketika ia mulai terlelap berusaha
mengusir penat. Sengaja ku biarkan ia bersandar di bahu ku, enggan ku
mengusiknya. Kembali ku fokuskan retina ini tepat menatap layar laptob untuk
menyelesaikan tugas proyek, sementara didepan sana ia sedang menjelaskan
sesuatu yang menurutku cukup membosankan. Tiba-tiba konsentrasi ku terusik,
ketika teman disekeliling ku memandang begitu lain, aku hanya hampu tersenyum
getir, cukup untuk menetralisir suasana.
***
“ Brakkk…” suara itu mengagetkan ku, terpaksa membuat
ku mencari sumber bunyi. Sebuah tas ia letakkan di bangku yang cukup jauh dari
ku, aku mencoba mencuri pandangannya. Sinis, sadis, jutek, acuh, itulah
gambaran umum yang menggantikan senyuman manis diwajahnya. Ketenangan ku mulai
terusik, hal itu terus berkelanjutan hingga titik klimaks, dimana aku hanya
mampu menghakimi diri ku sendiri. Hidup ku monoton, lelah, bahkan aku merasa
dibawah tekanan, tekanan energi cinta yang tak sengaja aku pindahkan dihatinya.
Waktu terus berputar, namun keadaan masih sama, aku
belum mampu membuka mulut. Kegelisahan nyaris nampak diwajah ku yang aku
sendiri pun tak mampu melihatnya, kau biarkan aku bergulat tanpa ada lawan, kau
acuhkan aku bahkan kau terlihat begitu membenci ku, rasanya aku mulai lelah
dengan sandiwara yang aku sutradarai sekaligus pemerannya.
Malam ini terlalu sepi, hening, langit pun tidak
bersahabat, ku alihkan mata ini untuk menatap layar ponsel ku setelah cukup
lama aku memandang foto itu, kenangan manis yang sulit dimengerti bahkan aku
yakin kamu salah mengartikan, pikir ku dalam diam.
“ Dek..foto yuck ” ajak mu begitu manis, aku hanya
mengiyakan, background kota yang cukup romatis dan kota yang menyimpan banyak
kenangan walaupun hanya semalam aku, kamu dan mereka menghabiskan waktu disini
sekedar mengusir lelah setelah seharian di sibukan dengan observasi zoo inver. dan akhirnya......?