Hidup
itu pilihan, kesempatan yang harus di ambil, jalan yang harus di tempuh, dan
teka-teki yang harus di pecahkan, hidup itu sederhana kawan, semua akan indah
pada waktunya, karena hidup itu gema yang akan memberi apa yang telah kita
berikan pada dunia, hidup adalah perjuangan, memperjuangkan hak-hak kita agar
kita tetap bertahan hidup, namun terkadang hidup itu munafik, egois, bahkan hidup itu tidak adil.
*****
Apa
sih arti hidup ini buat kalian? Sebuah kebetulan, atau sebuah takdir yang
mengharuskan kita ada di dunia ini tanpa di minta atau bahkan sebuah hal yang
mengerikan karena kita telah dilahirkan dan tidak bisa menolak? “ Andaikan
boleh memilih, aku tidak minta di lahirkan kok, aku benci dengan hidup ini,
buat apa aku hidup? ” dan kata-kata kasar kalian nya, tidak perlu di pungkiri
kawan, kata itu mungkin sudah pernah terbesit di pikiran kita, disaat kita
merasa hidup ini tidak adil ketika keberuntungan tidak berpihak pada kita,
ketika kita tidak bisa seperti mereka, ketika kita harus kembali merangkak
disaat mereka sudah mampu berjalan, ya itulah hidup ibarat sebuah jalan
terkadang terjal, landai, menukik tajam, ada lubang, berkelok-kelok, buntu dan berakhir pada jurang dan lembah
kenistaan.
Jika
hidup hanya untuk sekedar hidup, ingat lah kawan, babi hutan juga hidup, dan
jika hidup hanya sekedar untuk makan, ingat, hewan yang paling menjijikan juga
makan, apakah kita harus berdiam diri? Kawan, adakah diantara kalian yang
berpijak dimuka bumi ini tanpa tujuan berarti? Walaupun dunia ini hanya persinggahan,
tersenyumlah, menulislah dan melukislah maka dunia akan mengenalmu lebih dari
usia mu. Apakah kalian punya mimpi? Sama, aku juga punya, apakah kesuksesan
bagian dari mimpi terbesar anda dalam hidup ini? Apa yang harus kalian lakukan
untuk kesuksesan itu, dan bagaimana jika kalian lebih bahagia sebelum
menyandang gelar sukses?.
Ketika
tujuan hidup adalah sebuah kesuksesan, kesuksesan seperti apa yang kawan
inginkan? di hormati, di hargai, menilai hidup dengan dollar, punya jabatan,
pekerjaan yang mapan, apakah kesuksesan seperti ini? Hanya orang tertentu yang
tidak menginginkan hal tersebut, tapi ingatlah kawan, apa kah kalian tidak
merindukan kesuksesan yang berujung pada sebuah ketenangan? Karena hidup itu
keras, terkadang warna warni kehidupan telah merubah mu menjadi seseorang yang
bahkan kamu sendiri tidak mengenalnya.
Berbicara
tentang kesuksesan, disanalah kita akan menjemput sebuah kebahagiaan, lalu apa
sih tolak ukur kebahagian itu? Andai saja didunia ini ada yang menjual sebuah
kebahagian entah ribuan meter berapa yang antri untuk membeli, dan entah ribuan
berapa yang hanya terkapar tak berdaya karena harus membeli. Bahagia itu
sederhana kawan, tidak di nilai dengan rupiah, karena apa, ketika kebahagiaan
di nilai dengan rupiah hanya segelintir orang yang bisa menikmatinya.
Pernah
kah kalian merasa iri dengan mereka yang memang terlahir dari keluarga berada?
Ingin punya ini, ingin punya itu, dan ingin sekali rasanya mengikuti dunia yang
semakin modern ini, sama aku juga menginginkan hal tersebut, bahkan aku sempat
berpikir apakah aku harus memiliki apa yang mereka miliki agar aku bisa bergaul
dengan nya? Salah, semua itu salah, bersyukurlah kawan, menjadi diri sendiri
adalah hal terindah, ketika kita terlahir dari keluarga sederhana, karena
kesederhanaan tersebut membuat kita menghargai arti sebuah perjuangan dalam
kehidupan, dan aku yakin, kita lebih beruntung ketika kita masih mampu
menuliskan kata hati dan masih bisa membaca coretan-coretan di media sosial,
itu tanda nya kita masih bisa mengikuti modernism. Di luar sana masih banyak
hal yang mengerikan, hal yang lebih memilukan. Yaa… walaupun di satu sisi ada
mereka yang hidup lebih dari cukup, glamour,dan itu semua karena uang, siapa yang tak butuh
uang? Uang memang bukan tuhan, uang bukan segalanya tapi segala nya butuh uang,
hanya untuk mencapai kesuksesan kita butuh uang dan pada akhirnya puncak dari
kesuksesan itu juga yang kita cari ialah uang, buktinya ribuan pusat
perbelanjaan, penginapan hotel bintang lima, transportasi, bioskop, wahana
rekreasi bahkan sekolah-sekolah favorit atau perguruan tinggi ternama tanpa
sadar hanya diperuntukkan bagi mereka yang menggenggam uang, dan akhirnya
manusia diperkerjakan dan barang-barang di cintai, ini sebuah klimaks dari
keterbalikan, menghalalkan segala cara demi hedonism,
konsumerism, materialism dan,
modernism perlahan itu semua akan berubah menjadi sesuatu yang lebih
menyedihkan, iya sekulerisme dan
nantinya atheisme. Terlahir dalam
dunia materialism justru membuat kita
lebih mencintai uang dan sendi-sendi serta tulang kita hanya akan bergerak jika
semua gerakan itu dinilai dengan dollar, bukan lagi rupiah.
“
kami ingin sukses, maka kamu harus sekolah, tapi kami tidak punya uang? ” Apakah
kita harus mengajukan Proposal Aku Ingin Sekolah untuk sukses, ketika mereka
anak PNS selalu mendapatkan tunjangan, ketika mereka anak golongan atas bisa
menikmati suksesnya dunia, apakah kita harus terdiam dan hanya menjalani alur,
apakah kita selamanya akan tetap berada pada zona ini? Zona yang membelenggu,
mengekang semua mimpi hanya karena keterbatasan rupiah? Sukses tidak harus di
mulai karena gelar pendidikan yang kita sandang dan berapa lama kita mengeyam
bangku pendidikan, tapi berawal dari ketrampilan yang kita miliki kawan, ipa
dan matematika tidak menjadi tolak ukur kecerdasan yang akan membawa ke puncak
kesuksesan, karena multiple intelegence telah
diakui.
Ada
saat nya menunjukkan diri ketika kita terlalu lama menunggu di tunjuk, kenali
bakat mu, tekuni, dan yakini, dunia kalian tidak harus didunia pendidikan, dan
cita-cita kesuksesan kita tidak tergantung pada gelar yang kita sandang. Kemampuan
tanpa kepercayaan itu hampa, ini salah
satu protes ketika kita tidak pernah di anggap ada apalagi dihargai, hanya
karena tidak bisa menyamakan dengan trend-trend era sekarang, tempatkan diri
anda ditempat yang dihargai, karena ditempat itulah kita akan bertahan dan
terus berkarya. Apa yang kalian lakukan untuk sebuah kesuksesan? Hidup dengan
target? Memilih hidup tanpa target? dan membiarkan semua indah pada waktunya?, bukan
keputusan yang salah, tapi waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yang
menunggu kawan, berhentilah bermimpi dan mulailah beraksi, jemput masa depan
mu, perjuangkan hidup mu, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin
selama keyakinan itu masih ada.
Ada
saatnya berhenti melangkah, menoleh kebelakang lalu bersyukur, berbahagialah
kawan, aku yakin siapa pun kalian yang membaca coretan tak berharga ini adalah
kalian-kalian yang beruntung, karena apa? Karena kita masih bernapas hingga
detik ini, masih bisa melihat, masih bisa merangkai kata dan tentunya kalian
sudah menikmati era modern ini. belajarlah dengan mereka diatasmu, jalani hari
mu dengan mereka disamping, hargai mereka dibawah mu.
bahagiakan
orang yang pernah memunculkan mu di dunia.
The End