Perahu Mu
Menunggu itu menyebalkan ya kawan, apa lagi menunggu
sebuah ketidakpastian antara iya atau tidak, antara lanjut atau berhenti, dan
ribuan alasan lainnya, terlebih ketika kita memang harus benar-benar menunggu
disaat mereka memberi isyarat yang mungkin tak perlu kita tanyakan lagi, ach
sudahlah kawan, menunggu itu tanda Tanya.
“ Tega ya kamu, udah puas… ” dan bla bla.. mungkin itu
yang ada di benakmu, walaupun aku tak tahu persis apa yang terucap di batin mu,
namun mata indah mu yang tiba-tiba keruh cukup meyakinkan ku, iya aku tahu,
kamu terluka. Aku hanya mampu terdiam melihat perahu mu yang sedikit rusak
entah karena badai atau hantaman keras batu karang, setelah sekian lama engkau
berlayar dan aku tak tahu pasti dimana perahu
mu akan berlabuh, hanya saja yang aku tahu, terkadang engkau singgah di teluk-teluk
yang indah, dan itu hanya sebentar, aku tak tahu pasti arah perahu mu. Ya.. aku
salah satu korban, korban yang telah tertipu daya menyaksikan perahu mu, perahu
yang tak begitu indah, tapi aku tahu, perahu itu cukup menenangkan ku saat aku
pernah singgah disana, itu pun hanya sebentar, secepat mungkin perahu mu
berubah arah, namun aku tetap menatap nya, karna aku percaya perahu itu akan
menjemput ku untuk berlayar, tapi entah kapan itu, aku tidak yakin.
“ Jea.. ” panggilan itu mengagetkan ku, namun tak terasa
asing, memaksa ku membalik kan badan dan mencoba menatapnya dalam-dalam. “ iya
kak, ada apa? ” Tanya ku antusias, wajar, aku tak ingin kehilangan moment
berharga ini. “ tolong sampaikan ke teman-teman mu, pak Anjjar tidak bisa
datang, nanti aku yang bakal mandu kalian praktikum ” mata ku tak beranjak
sedikit pun dari wajah nya, wajah yang terlalu sayang untuk di tolak, jelas
saja, juno menyandang predikat sebagai asdos selain dia mengetuai himpunan
mahasiswa pendidikan fisika “ kamu mengerti kan? ” Tanya nya sekali lagi, nada bicaranya ia tinggikan, rupanya ia
mengerti kalau aku tidak fokus mendengarkannya. “ iya kak, ngerti ” aku
tersenyum getir, mungkin dia tahu kalau aku mengaguminya.
“ Presentasikan hasil percobaan
kalian per kelompok ” suaranya menggema di seluruh sudut ruangan, “ Jea, coba
kelompok mu ” dia memanggilku, dan aku tahu pandangannya tidak mengarah pada
ku, hanya nama JEA yang dia ucapkan. “ ha aku? ” Tanya ku ragu, fisika itu
bukan lah yang mudah, terlebih kali ini praktikum mengenai termonidamika, tapi
aku cukup optimis, aku mewakili kelompok
ku, hanya bermodalkan percaya diri aku cukup bisa menguasai ruangan, walaupun
aku selalu melempar pertanyaan teman-teman ke juno, Asdos yang bisa di bilang
keren, aku mengakuinya.
“ Kak, besok pagi-pagi banget aku ma
temen-temen mau piknik ke kebun teh ” sengaja aku chat dia hanya sekedar memberi
kabar, saat ini memang hanya dia yang special, bahkan sederatan daftar contact
di ponsel ku, hanya chat dari nya yang ku harapkan, yach walaupun aku harus
menunggu hitungan hari hanya untuk mendapat jawaban singkat dari nya, dia
memang sibuk, toch aku bukan siapa-siapa nya, tidak mungkin ia menyediakan
waktu khusus disela-sela kesibukan nya hanya untuk chat dengan ku, aku terima
itu. “ Besok aku jemput ” aku sontak kaged membaca balasan dari nya, hal yang
tak pernah aku duga, dan baru kali ini kami berbalas pesan cukup banyak, dia
sengaja meluangkan waktu untuk ku katanya, sekaligus berhenti sejenak dari
rutinitas yang begitu mengekang. Sengaja ku atur Alarm pukul 04.00 am, tidak
seperti biasanya, aku ingin segera terlelap, dan berharap alarm segera
membangun kan ku. Tentu saja, aku bangga, mungkin hanya aku wanita yang
berhasil dekat dengan nya, dan aku mulai yakin ketika ia lebih dulu menghubungi ku, tapi sayang, saat itu chat nya hanya berisi teguran, dia menginginkan
nilai fisika ku A, ach terlalu sulit rasanya. “ Kak, aku mau les privat dong,
biar nilai ku A ” justru pesan ini yang aku kirimkan, aku masih ingat betul apa
respon nya, ia mengiyakan. Satu kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh pikir
ku menyimpulkan. Sejak itulah aku mulai dekat dan benar-benar dekat dengan nya,
walaupun kedekatan ini tak berarti apa-apa untuknya. Yachh mungkin kedekatan
ini yang membuat ku terpenjara oleh keyakinan yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar