Rabu, 28 Desember 2016
Kau tertawa begitu gagahnya dibalik warna mu yang semakin memudar dan sebentar lagi kau akan berubah, entah karena metamorfosa atau engkau bosan atau bahkan engkau ingin terlihat lebih menarik sehingga mereka semua memburu mu, termasuk aku!. begitu hebatnya engaku menjadi pemeran utama dalam sinema perubahan, selamat, aku menunduk seraya bertepuk tangan, hebat!. "tapi apa kau yakin bisa hidup tanpa ku?" tanya mu berkacak pinggang, seolah engkau pemilik kehidupan, aku masih belum yakin untuk menjawabnya, justru sederatan tanda tanya berkecamuk dalam pikiranku, lalu untuk apa aku kuliah? apakah dalam anganku tak terselip sedikitpun keinginan untuk memiliki mu? bohong, itu sangat bohong! lalu apakah aku harus menghukum diri atas kesalahan jutaan manusia yang menggilai mu?
Selasa, 27 Desember 2016
Mengagumi... hanya sebats itu, dan tetap akan mencintaimu dalam diam, mendo'akan mu dari kejauhan sampai akhirnya kita tidak akan pernah dipersatukan. aku telah merelakan mu, meski kadang memaksa ingatan ku kembali ke waktu itu, waktu dimana aku dan kamu masih memandang langit dan berpijak pada bumi yang sama, saat ini aku bersusah payah mengumpulkan kepingan kenangan yang sengaja kau biarkan berantakan, dan satunya lagi kau bawa untuk dia, itu artinya semua tidak bisa lagi utuh seperti senja itu, aku menelan ludah, sekedar untuk membasahi tenggorokan yang kering kian mencekat.
tetep saja, aku masih berusaha memilih kta-kata yang mampu menggambarkan gejolak ini, ku buang pandanganku jauh keluar, melepas semua penat dalam jiwa, dan masih menikmati indahnya senja yang tentunya berbeda debgab waktu, bahkan saat ini aku merasa jauh lebih buruk.
Langganan:
Postingan (Atom)