Kamis, 17 November 2016



            Hidup itu pilihan, kesempatan yang harus di ambil, jalan yang harus di tempuh, dan teka-teki yang harus di pecahkan, hidup itu sederhana kawan, semua akan indah pada waktunya, karena hidup itu gema yang akan memberi apa yang telah kita berikan pada dunia, hidup adalah perjuangan, memperjuangkan hak-hak kita agar kita tetap bertahan hidup, namun terkadang hidup itu munafik, egois, bahkan  hidup itu tidak adil.
*****
            Apa sih arti hidup ini buat kalian? Sebuah kebetulan, atau sebuah takdir yang mengharuskan kita ada di dunia ini tanpa di minta atau bahkan sebuah hal yang mengerikan karena kita telah dilahirkan dan tidak bisa menolak? “ Andaikan boleh memilih, aku tidak minta di lahirkan kok, aku benci dengan hidup ini, buat apa aku hidup? ” dan kata-kata kasar kalian nya, tidak perlu di pungkiri kawan, kata itu mungkin sudah pernah terbesit di pikiran kita, disaat kita merasa hidup ini tidak adil ketika keberuntungan tidak berpihak pada kita, ketika kita tidak bisa seperti mereka, ketika kita harus kembali merangkak disaat mereka sudah mampu berjalan, ya itulah hidup ibarat sebuah jalan terkadang terjal, landai, menukik tajam, ada lubang, berkelok-kelok,  buntu dan berakhir pada jurang dan lembah kenistaan.
            Jika hidup hanya untuk sekedar hidup, ingat lah kawan, babi hutan juga hidup, dan jika hidup hanya sekedar untuk makan, ingat, hewan yang paling menjijikan juga makan, apakah kita harus berdiam diri? Kawan, adakah diantara kalian yang berpijak dimuka bumi ini tanpa tujuan berarti? Walaupun dunia ini hanya persinggahan, tersenyumlah, menulislah dan melukislah maka dunia akan mengenalmu lebih dari usia mu. Apakah kalian punya mimpi? Sama, aku juga punya, apakah kesuksesan bagian dari mimpi terbesar anda dalam hidup ini? Apa yang harus kalian lakukan untuk kesuksesan itu, dan bagaimana jika kalian lebih bahagia sebelum menyandang gelar sukses?.
            Ketika tujuan hidup adalah sebuah kesuksesan, kesuksesan seperti apa yang kawan inginkan? di hormati, di hargai, menilai hidup dengan dollar, punya jabatan, pekerjaan yang mapan, apakah kesuksesan seperti ini? Hanya orang tertentu yang tidak menginginkan hal tersebut, tapi ingatlah kawan, apa kah kalian tidak merindukan kesuksesan yang berujung pada sebuah ketenangan? Karena hidup itu keras, terkadang warna warni kehidupan telah merubah mu menjadi seseorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalnya.
            Berbicara tentang kesuksesan, disanalah kita akan menjemput sebuah kebahagiaan, lalu apa sih tolak ukur kebahagian itu? Andai saja didunia ini ada yang menjual sebuah kebahagian entah ribuan meter berapa yang antri untuk membeli, dan entah ribuan berapa yang hanya terkapar tak berdaya karena harus membeli. Bahagia itu sederhana kawan, tidak di nilai dengan rupiah, karena apa, ketika kebahagiaan di nilai dengan rupiah hanya segelintir orang yang bisa menikmatinya.
            Pernah kah kalian merasa iri dengan mereka yang memang terlahir dari keluarga berada? Ingin punya ini, ingin punya itu, dan ingin sekali rasanya mengikuti dunia yang semakin modern ini, sama aku juga menginginkan hal tersebut, bahkan aku sempat berpikir apakah aku harus memiliki apa yang mereka miliki agar aku bisa bergaul dengan nya? Salah, semua itu salah, bersyukurlah kawan, menjadi diri sendiri adalah hal terindah, ketika kita terlahir dari keluarga sederhana, karena kesederhanaan tersebut membuat kita menghargai arti sebuah perjuangan dalam kehidupan, dan aku yakin, kita lebih beruntung ketika kita masih mampu menuliskan kata hati dan masih bisa membaca coretan-coretan di media sosial, itu tanda nya kita masih bisa mengikuti modernism. Di luar sana masih banyak hal yang mengerikan, hal yang lebih memilukan. Yaa… walaupun di satu sisi ada mereka yang hidup lebih dari cukup, glamour,dan  itu semua karena uang, siapa yang tak butuh uang? Uang memang bukan tuhan, uang bukan segalanya tapi segala nya butuh uang, hanya untuk mencapai kesuksesan kita butuh uang dan pada akhirnya puncak dari kesuksesan itu juga yang kita cari ialah uang, buktinya ribuan pusat perbelanjaan, penginapan hotel bintang lima, transportasi, bioskop, wahana rekreasi bahkan sekolah-sekolah favorit atau perguruan tinggi ternama tanpa sadar hanya diperuntukkan bagi mereka yang menggenggam uang, dan akhirnya manusia diperkerjakan dan barang-barang di cintai, ini sebuah klimaks dari keterbalikan, menghalalkan segala cara demi hedonism, konsumerism, materialism dan, modernism perlahan itu semua akan berubah menjadi sesuatu yang lebih menyedihkan, iya sekulerisme dan nantinya atheisme. Terlahir dalam dunia materialism justru membuat kita lebih mencintai uang dan sendi-sendi serta tulang kita hanya akan bergerak jika semua gerakan itu dinilai dengan dollar, bukan lagi rupiah.
            “ kami ingin sukses, maka kamu harus sekolah, tapi kami tidak punya uang? ” Apakah kita harus mengajukan Proposal Aku Ingin Sekolah untuk sukses, ketika mereka anak PNS selalu mendapatkan tunjangan, ketika mereka anak golongan atas bisa menikmati suksesnya dunia, apakah kita harus terdiam dan hanya menjalani alur, apakah kita selamanya akan tetap berada pada zona ini? Zona yang membelenggu, mengekang semua mimpi hanya karena keterbatasan rupiah? Sukses tidak harus di mulai karena gelar pendidikan yang kita sandang dan berapa lama kita mengeyam bangku pendidikan, tapi berawal dari ketrampilan yang kita miliki kawan, ipa dan matematika tidak menjadi tolak ukur kecerdasan yang akan membawa ke puncak kesuksesan, karena multiple intelegence telah diakui.
            Ada saat nya menunjukkan diri ketika kita terlalu lama menunggu di tunjuk, kenali bakat mu, tekuni, dan yakini, dunia kalian tidak harus didunia pendidikan, dan cita-cita kesuksesan kita tidak tergantung pada gelar yang kita sandang. Kemampuan tanpa kepercayaan itu hampa,  ini salah satu protes ketika kita tidak pernah di anggap ada apalagi dihargai, hanya karena tidak bisa menyamakan dengan trend-trend era sekarang, tempatkan diri anda ditempat yang dihargai, karena ditempat itulah kita akan bertahan dan terus berkarya. Apa yang kalian lakukan untuk sebuah kesuksesan? Hidup dengan target? Memilih hidup tanpa target? dan membiarkan semua indah pada waktunya?, bukan keputusan yang salah, tapi waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yang menunggu kawan, berhentilah bermimpi dan mulailah beraksi, jemput masa depan mu, perjuangkan hidup mu, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin selama keyakinan itu masih ada.
            Ada saatnya berhenti melangkah, menoleh kebelakang lalu bersyukur, berbahagialah kawan, aku yakin siapa pun kalian yang membaca coretan tak berharga ini adalah kalian-kalian yang beruntung, karena apa? Karena kita masih bernapas hingga detik ini, masih bisa melihat, masih bisa merangkai kata dan tentunya kalian sudah menikmati era modern ini. belajarlah dengan mereka diatasmu, jalani hari mu dengan mereka disamping, hargai mereka dibawah mu. bahagiakan orang yang pernah memunculkan mu di dunia.

The End
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar