Selasa, 27 Desember 2016
Mengagumi... hanya sebats itu, dan tetap akan mencintaimu dalam diam, mendo'akan mu dari kejauhan sampai akhirnya kita tidak akan pernah dipersatukan. aku telah merelakan mu, meski kadang memaksa ingatan ku kembali ke waktu itu, waktu dimana aku dan kamu masih memandang langit dan berpijak pada bumi yang sama, saat ini aku bersusah payah mengumpulkan kepingan kenangan yang sengaja kau biarkan berantakan, dan satunya lagi kau bawa untuk dia, itu artinya semua tidak bisa lagi utuh seperti senja itu, aku menelan ludah, sekedar untuk membasahi tenggorokan yang kering kian mencekat.
tetep saja, aku masih berusaha memilih kta-kata yang mampu menggambarkan gejolak ini, ku buang pandanganku jauh keluar, melepas semua penat dalam jiwa, dan masih menikmati indahnya senja yang tentunya berbeda debgab waktu, bahkan saat ini aku merasa jauh lebih buruk.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar